Jadwal Kereta Sri Tanjung
Daftar jadwal yang cocok dengan nama atau nomor kereta.
Mengenal Kereta Sri Tanjung
Kereta Sri Tanjung adalah salah satu layanan kereta api ekonomi yang menghubungkan wilayah Yogyakarta dengan Banyuwangi/Ketapang. Kereta ini cukup dikenal oleh penumpang yang ingin bepergian dari Yogyakarta menuju Jawa Timur bagian timur, termasuk Surabaya, Jember, Banyuwangi, hingga akses menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
Bagi banyak penumpang, KA Sri Tanjung menjadi pilihan menarik karena rutenya panjang dan melewati banyak kota penting di Pulau Jawa. Dari Yogyakarta, kereta ini bergerak melewati wilayah Jawa Tengah bagian selatan, masuk ke Jawa Timur, melewati Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, lalu berakhir di Banyuwangi atau Ketapang sesuai pola perjalanan yang berlaku.
Nama Sri Tanjung sendiri sangat lekat dengan Banyuwangi. Dalam cerita rakyat Banyuwangi, Sri Tanjung merupakan tokoh legenda yang berkaitan dengan asal-usul nama Banyuwangi. Karena itu, nama kereta ini terasa sangat sesuai dengan tujuan akhirnya yang berada di ujung timur Pulau Jawa.
Secara umum, KA Sri Tanjung dikenal sebagai kereta ekonomi jarak jauh yang melayani relasi Lempuyangan–Ketapang dan sebaliknya. Beberapa sumber perjalanan mencatat bahwa Kereta Sri Tanjung menghubungkan Yogyakarta dan Banyuwangi melalui stasiun-stasiun besar seperti Klaten, Solo, Madiun, Surabaya Gubeng, Probolinggo, Jember, dan Rogojampi.
Artikel ini sengaja dibuat tanpa tarif agar lebih evergreen. Harga tiket kereta dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan operator, periode perjalanan, ketersediaan kursi, dan aturan layanan. Namun, informasi tentang rute, stasiun penting, fasilitas umum, cara cek jadwal, dan tips naik KA Sri Tanjung tetap relevan untuk membantu pembaca merencanakan perjalanan.
Rute Kereta Sri Tanjung
Rute utama Kereta Sri Tanjung adalah Lempuyangan–Ketapang dan sebaliknya. Rute ini menghubungkan Yogyakarta dengan Banyuwangi melalui jalur yang cukup panjang, melintasi banyak kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dari arah Yogyakarta menuju Banyuwangi/Ketapang, KA Sri Tanjung umumnya melewati stasiun seperti:
Lempuyangan – Klaten – Purwosari – Sragen – Walikukun – Ngawi – Madiun – Caruban – Nganjuk – Kertosono – Jombang – Mojokerto – Surabaya Gubeng – Wonokromo – Sidoarjo – Bangil – Pasuruan – Probolinggo – Tanggul – Rambipuji – Jember – Kalisat – Kalibaru – Kalisetail – Temuguruh – Rogojampi – Banyuwangi Kota – Ketapang
Daftar stasiun dapat berubah mengikuti Grafik Perjalanan Kereta Api dan kebijakan operasional. Beberapa sumber jadwal menampilkan detail rute Sri Tanjung dari Lempuyangan menuju Ketapang dengan pemberhentian di stasiun-stasiun utama seperti Klaten, Purwosari, Sragen, Ngawi, Madiun, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Probolinggo, Jember, Kalisat, Kalibaru, Rogojampi, Banyuwangi Kota, hingga Ketapang.
Rute ini sangat berguna untuk banyak jenis penumpang. Penumpang dari Yogyakarta dapat menuju Surabaya, Jember, Banyuwangi, atau Ketapang. Penumpang dari Madiun, Jombang, Mojokerto, dan Surabaya juga dapat menggunakan KA Sri Tanjung untuk menuju Jember atau Banyuwangi. Sebaliknya, penumpang dari Banyuwangi dan Jember dapat bepergian menuju Surabaya, Madiun, Solo, atau Yogyakarta.
Karena melewati banyak kota, KA Sri Tanjung bukan hanya kereta untuk perjalanan dari ujung ke ujung. Banyak penumpang memanfaatkannya untuk perjalanan sebagian rute, misalnya Yogyakarta–Surabaya, Surabaya–Jember, Jember–Banyuwangi, atau Madiun–Banyuwangi.
Stasiun-Stasiun Penting di Jalur Kereta Sri Tanjung
Stasiun Lempuyangan
Stasiun Lempuyangan adalah titik utama KA Sri Tanjung di Yogyakarta. Stasiun ini dikenal sebagai salah satu stasiun penting untuk layanan kereta ekonomi dan antarkota. Lokasinya berada tidak terlalu jauh dari pusat Kota Yogyakarta, sehingga cukup mudah dijangkau dari berbagai kawasan seperti Malioboro, Kotabaru, kampus, hotel, dan permukiman.
Bagi penumpang dari Yogyakarta, Lempuyangan menjadi titik awal perjalanan panjang menuju Jawa Timur dan Banyuwangi. Karena perjalanan Sri Tanjung cukup jauh, penumpang sebaiknya datang lebih awal, menyiapkan bekal, dan memastikan semua barang bawaan sudah rapi.
Stasiun Klaten dan Purwosari
Setelah berangkat dari Yogyakarta, KA Sri Tanjung melewati Klaten dan Purwosari. Klaten melayani penumpang dari wilayah antara Yogyakarta dan Solo, sedangkan Purwosari menjadi salah satu stasiun penting di kawasan Solo.
Bagi penumpang dari Solo dan sekitarnya, Purwosari dapat menjadi titik naik yang relevan jika ingin menuju Madiun, Surabaya, Jember, atau Banyuwangi.
Stasiun Madiun
Stasiun Madiun adalah salah satu stasiun besar di Jawa Timur bagian barat. Dalam rute KA Sri Tanjung, Madiun menjadi titik penting karena berada di jalur utama yang menghubungkan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Penumpang dari Madiun dapat menggunakan KA Sri Tanjung untuk menuju Surabaya, Jember, Banyuwangi, atau ke arah sebaliknya menuju Solo dan Yogyakarta.
Stasiun Kertosono, Jombang, dan Mojokerto
Tiga stasiun ini berada di koridor penting sebelum memasuki Surabaya. Kertosono menjadi simpul jalur kereta di Jawa Timur, Jombang melayani kawasan Jombang dan sekitarnya, sedangkan Mojokerto menjadi pintu masuk menuju kawasan Gerbangkertosusila dari arah barat.
Bagi penumpang dari kota-kota ini, KA Sri Tanjung dapat menjadi pilihan untuk menuju Yogyakarta atau ke arah timur menuju Jember dan Banyuwangi.
Stasiun Surabaya Gubeng
Stasiun Surabaya Gubeng adalah salah satu stasiun terbesar dan tersibuk di Surabaya. Dalam perjalanan KA Sri Tanjung, Surabaya Gubeng menjadi titik penting karena banyak penumpang naik atau turun di sini.
Bagi penumpang dari Surabaya, KA Sri Tanjung bisa menjadi pilihan untuk menuju Jember, Banyuwangi, atau Ketapang. Sebaliknya, penumpang dari Banyuwangi atau Jember dapat turun di Gubeng untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai kawasan Surabaya.
Stasiun Sidoarjo, Bangil, dan Probolinggo
Setelah Surabaya, KA Sri Tanjung melewati beberapa stasiun penting seperti Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, dan Probolinggo. Wilayah ini menjadi jalur penghubung penting antara Surabaya dan Jawa Timur bagian timur.
Probolinggo juga menarik bagi wisatawan karena menjadi salah satu akses menuju kawasan Gunung Bromo melalui transportasi lanjutan. Penumpang yang ingin menuju Bromo dapat mempertimbangkan turun di Probolinggo, lalu melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lokal atau travel.
Stasiun Jember
Stasiun Jember adalah salah satu stasiun besar dan penting di jalur KA Sri Tanjung. Kota Jember dikenal sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan budaya di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.
Bagi penumpang dari Jember, KA Sri Tanjung menjadi pilihan untuk menuju Surabaya, Yogyakarta, atau Banyuwangi. Sementara bagi wisatawan, Jember dapat menjadi titik singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi atau destinasi alam di sekitarnya.
Stasiun Kalibaru, Rogojampi, Banyuwangi Kota, dan Ketapang
Memasuki wilayah Banyuwangi, KA Sri Tanjung melewati beberapa stasiun penting seperti Kalibaru, Rogojampi, Banyuwangi Kota, dan Ketapang. Jalur ini menarik karena mulai memasuki kawasan ujung timur Pulau Jawa dengan suasana yang berbeda dari kota besar.
Stasiun Ketapang sangat penting bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bali. Dari Ketapang, penumpang dapat menuju Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk.
Jadwal Kereta Sri Tanjung
Kereta Sri Tanjung memiliki perjalanan reguler antara Lempuyangan dan Ketapang. Beberapa sumber jadwal terbaru menampilkan perjalanan Lempuyangan–Ketapang dan sebaliknya dengan durasi panjang karena rutenya melewati banyak kota. Traveloka mencatat KA Sri Tanjung sebagai kereta ekonomi AC jarak jauh koridor Banyuwangi–Yogyakarta dengan jarak sekitar 614 kilometer dan durasi perjalanan sekitar 13–15 jam.
Namun, artikel ini tidak mencantumkan jadwal jam-per-jam agar tetap evergreen. Jadwal kereta dapat berubah mengikuti Grafik Perjalanan Kereta Api, kebijakan operasional, masa liburan, perawatan jalur, atau penyesuaian layanan.
Untuk mengecek jadwal terbaru Kereta Sri Tanjung, penumpang dapat menggunakan:
- Aplikasi Access by KAI.
- Website resmi KAI.
- Loket stasiun.
- Kanal pemesanan tiket resmi.
- Papan informasi dan petugas di stasiun.
Saat mencari jadwal, pastikan stasiun asal dan tujuan sudah benar. Misalnya Lempuyangan ke Ketapang, Surabaya Gubeng ke Jember, Jember ke Banyuwangi Kota, atau Ketapang ke Yogyakarta. Jangan hanya mencari nama kereta tanpa memastikan arah perjalanan, tanggal, dan stasiun pemberhentian.
Fasilitas Kereta Sri Tanjung
Kereta Sri Tanjung dikenal sebagai layanan ekonomi jarak jauh. Secara umum, kereta ekonomi antarkota KAI menyediakan fasilitas seperti tempat duduk bernomor, pendingin udara, toilet, rak bagasi, dan layanan kebersihan.
Karena durasi perjalanan cukup panjang, fasilitas dasar seperti AC, toilet, dan tempat duduk bernomor sangat membantu penumpang. Namun, kenyamanan perjalanan tetap sangat bergantung pada persiapan pribadi. Penumpang sebaiknya membawa air minum, makanan ringan, jaket tipis, obat pribadi, charger, power bank, dan hiburan seperti buku atau earphone.
Untuk penumpang yang bepergian bersama anak-anak atau lansia, persiapan ekstra sangat penting. Perjalanan lebih dari setengah hari akan terasa lebih nyaman jika kebutuhan pribadi sudah disiapkan sejak awal.
Fasilitas aktual dapat berbeda mengikuti rangkaian yang digunakan dan kebijakan operator. Karena itu, penumpang disarankan mengecek informasi fasilitas saat membeli tiket atau bertanya kepada petugas jika membutuhkan informasi khusus.
Pengalaman Perjalanan dengan Kereta Sri Tanjung
Naik Kereta Sri Tanjung memberikan pengalaman perjalanan lintas Jawa yang cukup lengkap. Dari Yogyakarta, penumpang bergerak melewati kawasan Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi. Rute ini menunjukkan perubahan suasana dari kota budaya, kota industri, kawasan pertanian, jalur pesisir, hingga ujung timur Pulau Jawa.
Bagi pencinta perjalanan kereta, KA Sri Tanjung menarik karena melewati banyak stasiun dan wilayah dengan karakter berbeda. Perjalanan panjang ini cocok untuk penumpang yang tidak terburu-buru dan ingin menikmati suasana lintas Jawa dari jendela kereta.
Bagi wisatawan, KA Sri Tanjung juga sangat relevan. Penumpang bisa turun di Probolinggo untuk akses ke Bromo, turun di Jember untuk menjelajahi wilayah Tapal Kuda, atau turun di Banyuwangi/Ketapang untuk wisata Banyuwangi dan lanjut ke Bali.
Namun, karena durasi perjalanannya panjang, penumpang perlu menjaga stamina. Gunakan pakaian yang nyaman, bawa bekal secukupnya, dan siapkan hiburan pribadi agar perjalanan tidak terasa melelahkan.
Kereta Sri Tanjung untuk Akses ke Banyuwangi dan Bali
Salah satu alasan KA Sri Tanjung banyak dicari adalah karena rutenya mencapai Ketapang, stasiun yang dekat dengan akses penyeberangan ke Bali. Penumpang dari Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, atau Jember dapat menggunakan kereta ini untuk menuju Banyuwangi, lalu melanjutkan perjalanan ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
Pola perjalanan seperti ini populer di kalangan backpacker, wisatawan hemat, dan penumpang yang ingin menikmati perjalanan darat-laut dari Jawa ke Bali. Setelah turun di Ketapang, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke pelabuhan, menyeberang ke Gilimanuk, lalu menggunakan transportasi lanjutan di Bali.
Meski begitu, perjalanan ke Bali melalui KA Sri Tanjung membutuhkan perencanaan. Pastikan jadwal kedatangan kereta, waktu menuju pelabuhan, jadwal penyeberangan, dan transportasi lanjutan di Bali sudah diperhitungkan. Beri waktu cadangan agar perjalanan tidak terlalu mepet.
Tips Naik Kereta Sri Tanjung
Agar perjalanan dengan KA Sri Tanjung lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.
Pertama, cek jadwal terbaru sebelum membeli tiket. Jadwal, stasiun pemberhentian, dan nomor perjalanan dapat berubah mengikuti kebijakan operasional.
Kedua, pastikan stasiun asal dan tujuan benar. Jika ingin menuju Banyuwangi atau Bali, pertimbangkan apakah lebih tepat turun di Banyuwangi Kota atau Ketapang.
Ketiga, datang lebih awal ke stasiun. Untuk perjalanan jarak jauh, sebaiknya tiba sekitar 45–60 menit sebelum keberangkatan agar proses boarding lebih tenang.
Keempat, bawa barang secukupnya. Gunakan tas atau koper yang mudah dibawa. Hindari membawa barang terlalu banyak karena akan menyulitkan saat naik dan turun kereta.
Kelima, siapkan bekal perjalanan. Karena durasi perjalanan panjang, membawa air minum dan camilan ringan akan sangat membantu.
Keenam, gunakan pakaian yang nyaman. Perjalanan lebih dari 10 jam akan lebih enak jika menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat dan membawa jaket tipis.
Ketujuh, pasang pengingat stasiun tujuan. Jika turun di stasiun antara seperti Madiun, Surabaya Gubeng, Probolinggo, Jember, atau Rogojampi, pasang alarm agar tidak terlewat.
Kedelapan, siapkan transportasi lanjutan. Setelah tiba di Ketapang, Banyuwangi Kota, Jember, Surabaya, atau Yogyakarta, pastikan sudah tahu cara menuju tujuan akhir.
Kereta Sri Tanjung untuk Wisatawan
KA Sri Tanjung sangat menarik untuk wisatawan karena melewati banyak kota wisata dan titik transit penting. Dari Yogyakarta, penumpang dapat menuju Surabaya, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, hingga Ketapang. Setiap kota memiliki daya tariknya sendiri.
Probolinggo dapat menjadi akses menuju Bromo. Jember cocok untuk wisata kota, kuliner, dan akses ke kawasan alam sekitar. Banyuwangi terkenal dengan Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Baluran, De Djawatan, dan berbagai destinasi alam lain. Ketapang menjadi pintu menuju Bali.
Untuk wisata, pastikan itinerary dibuat realistis. Jangan membuat jadwal terlalu padat setelah perjalanan panjang. Jika tiba malam atau dalam kondisi lelah, lebih baik menyiapkan waktu istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Kesimpulan
Kereta Sri Tanjung adalah kereta ekonomi jarak jauh yang menghubungkan Yogyakarta/Lempuyangan dengan Banyuwangi/Ketapang. Rutenya melewati banyak stasiun penting seperti Klaten, Purwosari, Sragen, Madiun, Jombang, Mojokerto, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Probolinggo, Jember, Kalisat, Kalibaru, Rogojampi, Banyuwangi Kota, dan Ketapang.
Dengan jarak perjalanan yang panjang dan cakupan rute yang luas, KA Sri Tanjung menjadi pilihan penting bagi penumpang dari Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Jember, dan Banyuwangi. Kereta ini juga menarik bagi wisatawan yang ingin menuju Banyuwangi atau melanjutkan perjalanan ke Bali melalui Ketapang.
Agar perjalanan lebih nyaman, selalu cek jadwal terbaru melalui kanal resmi, pastikan stasiun asal dan tujuan benar, datang lebih awal, bawa perlengkapan secukupnya, dan siapkan transportasi lanjutan dari stasiun tujuan. Dengan persiapan yang baik, perjalanan menggunakan Kereta Sri Tanjung bisa menjadi pengalaman yang praktis, hemat tenaga, dan berkesan.
FAQ Seputar Kereta Sri Tanjung
1. Apa itu Kereta Sri Tanjung?
Kereta Sri Tanjung adalah kereta api ekonomi jarak jauh yang melayani perjalanan antara Yogyakarta/Lempuyangan dan Banyuwangi/Ketapang.
2. Kereta Sri Tanjung melayani rute mana?
KA Sri Tanjung melayani relasi Lempuyangan–Ketapang dan sebaliknya. Rute ini melewati stasiun seperti Klaten, Purwosari, Madiun, Surabaya Gubeng, Probolinggo, Jember, Banyuwangi Kota, dan Ketapang sesuai jadwal yang berlaku.
3. Apakah Kereta Sri Tanjung bisa untuk lanjut ke Bali?
Ya. Penumpang dapat turun di Stasiun Ketapang, lalu melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk, Bali.
4. Apakah Kereta Sri Tanjung berhenti di Surabaya?
Ya. KA Sri Tanjung berhenti di Surabaya, termasuk Surabaya Gubeng sesuai jadwal dan pola perjalanan yang berlaku.
5. Berapa lama perjalanan Kereta Sri Tanjung?
Perjalanan KA Sri Tanjung termasuk panjang. Beberapa sumber mencatat durasi perjalanan koridor Yogyakarta–Banyuwangi sekitar 13–15 jam, tetapi durasi aktual dapat berubah mengikuti jadwal dan kondisi operasional.
6. Bagaimana cara cek jadwal Kereta Sri Tanjung terbaru?
Jadwal terbaru dapat dicek melalui aplikasi Access by KAI, website resmi KAI, loket stasiun, kanal pemesanan tiket resmi, atau informasi langsung dari petugas stasiun.



PESAN KARTU EMONEY CUSTOM
Emoney dicetak mengunakan UV Printing BUKAN menggunakan stiker / garskin
PESAN SEKARANG